Rabu, 11 November 2015

CINTA DALAM ARTIAN SESUNGGUHNYA



gambar kartun muslimah sedang berdoa


"Jika engkau mencari perempuan berparas menawan, aku mundur dari barisan paling depan, karena aku sadar, wajahku tak secantik yang engkau kriteriakan.

Jika engkau mencari perempuan dengan harta yang bergelimang, aku juga merasa tidak pantas untuk tetap berdiri mempertahankan barisanku walau bukan yang terdepan, karena hidup yang aku jalani penuh dengan kesederhanaan.

Namun jika engkau mencari perempuan dengan keteguhan iman, aku masih belum dapat berjajar di barisan depan untuk saat ini, karena keimanan dalam hati belum sepenuhnya aku miliki. Tetapi dengan kriteria yang engkau tetapkan ini, aku akan berusaha untuk memperbaiki diri agar suatu hari nanti, aku dapat berdiri di depan barisan, bukan barisan terdepan."

Banyak saudara-saudari kita saat ini yang begitu muluk-muluk dalam menentukan kriteria pasangan hidup. Padahal belum tentu diri sendiri telah memenuhi kriteria sebagai calon pasangan ideal seperti kriteria yang telah ditentukan di awal.

Jika kecantikan yang menjadi pengukuran awal dalam mencari pasangan, Ingat! paras yang menawan akan lekang oleh zaman karena sejatinya ia pasti akan menua seiring dengan bertambahnya usia. Kulit yang lembut akan berubah menjadi keriput dan kecantikan akan pudar. Maka, tidak ada alasan bagi pasangan untuk berpaling meninggalkan.

Jika harta yang menjadi pengukuran awal dalam mencari pasangan, Ingat! ketentuan Allah tidak dapat disangka-sangka, maka apabila ("Kun Fa Yakun") harta benda hilang seketika tanpa sisa, sudah tidak heran jika perpisahan menjadi muara pelampiasan seluruh kekecewaan dua insan yang membangun rumah tangga hanya berlandaskan harta.

Lalu bagaimana cara menentukan kriteria pasangan ideal jika paras dan harta bukanlah ukuran yang utama?
Jawabannya singkat : KEIMANAN, karena dengan iman, seorang laki-laki atau perempuan pastilah dekat dengan Tuhan Semestsa Alam, kecintaan mereka kepada Rabbnya lebih besar dari kecintaan mereka kepada seorang hamba, dan disitulah makna cinta yang sesungguhnya.
Dan sejatinya wahai saudara/i, perlu kita ketahui bahwa cinta yang disatukan berlandaskan keimanan takkan pernah lekang oleh zaman, takkan pernah goyah oleh dahsyatnya terpaan badai kehidupan, karena keridhoan Allah yang selalu mereka harapkan, senantiasa menaungi mereka dalam perjalanan mengarungi samudra dengan bahtera rumah tangga menuju pelabuhan terakhir yang selalu di damba, yaitu surga-Nya. In Syaa Allah.

4 komentar:

Unknown mengatakan...

subhanallah..... calon penulis yang terbaik lah..
dari seorang penulis pemula aja udah hebat,,
sultii hebat lah...tak dukung selalu ...
aku woco trs post mu iki sing anyar2 juga... :)

Unknown mengatakan...

Aamiin 3x....makasih sul do'anya... :)

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
tibbi asallamard mengatakan...

siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipp....

Posting Komentar