BARANG TERMAHAL DI DUNIA
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak dapat dipungkiri bahwa sering kali
waktu kita terbuang sia-sia untuk melakukan suatu hal yang tidak ada
manfaatnya. Dewasa ini, tidak jarang kita menemukan siswa-siswi sekolahan
berkeliaran bebas pada saat berlangsungnya jam pelajaran, bahkan ada yang ‘nongkrong’
di terminal, pamit kepada orang tua pergi ke sekolahan agar mendapat uang
jajan. Sesungguhnya yang demikian itu amatlah rugi, karena tanpa mereka sadari
waktu untuk menuntut ilmu terbuang sia-sia tanpa makna yang tersisa, mereka hanya
menikmati kesenangan fana tanpa memikirkan masa depan.
“Waktu bagaikan pedang, apabila kamu tidak dapat memotongnya maka ia akan memotongmu."
Memotong waktu disini adalah dengan tidak membiarkannya sia-sia, sedang
dipotong oleh waktu adalah dibuai oleh waktu dalam kesia-siaan. Karena hidup
hanya sebentar, siapa saja yang membiarkan waktunya terbuang sia-sia hanya akan menanggung sesal tiada terkira pada akhinya. Dalam artian
sebenarnya, waktu itu sangat mahal harganya sehingga emas permata sekalipun tidak dapat digunakan untuk membayarnya. Mengapa? Karena waktu yang telah berlalu tidak dapat diputar ulang untuk sekedar memperbaiki kesalahan.
Imam Bukhori menuturkan dalam kitabnya Ar-Raqaa’iq
6053, “Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan
gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
Membicarakan
masalah waktu, sesungguhnya lima menit itu sangatlah berharga, tidak percaya? silahkan tanya kepada orang yang tertinggal kereta karena
telat lima menit saja menuju stasiun. Jangan dipikir dua detik itu tidak
berguna, silahkan bertanya kepada atlet lari maraton yang kalah karena selisih dua detik dari lawannya. Masihkah kita akan
membuang “barang termahal” dengan sesuatu yang tidak berguna? Mari kita pikirkanlah
sekali lagi. (Ushikum Wa Iyyaaya Nafsi)
Zaman
sekarang, sebagian besar manusia menggunakan waktunya hanya untuk menikmati kesenangan yang sementara, salah satunya adalah bermain game, jalan - jalan ke mall, ngobrol, tidur tidak
pada waktunya, dan berbagai persoalan tidak berguna lainnya sehingga melalaikan pekerjaan lain yang jauh lebih penting. Bagi manusia yang sadar akan
pentingnya waktu, mereka akan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar ia tak terbuang sia-sia dan berlalu begitu saja. Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Apabila
seseorang mempunyai jadwal tentang hal penting yang akan dilakukan, maka tidak
ada orang 'nganggur' di dunia ini.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an : “Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
bertakwalah kepada Allah, seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan” (QS. Al-Hasyr :18).
Mari sejenak kita renungkan bersama kawan, perkataan Syaikh as-Sa’di rahimahullah, “Salah satu
bukti kebijaksanaan takdir dan hikmah ilahiyah yaitu, barangsiapa yang
meninggalkan apa yang bermanfaat baginya padahal memungkinkan baginya untuk
memetik manfaat itu lantas dia tidak mau memetiknya maka dia akan menerima
cobaan berupa disibukkan dengan hal-hal yang mendatangkan mudharat terhadap
dirinya.”
Maka dari itu, marilah kita forsir seluruh tenaga dengan memanfaatkan waktu yang tersisa di dunia untuk mencari keridhoan Allah semata agar menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Fastabiqul Khairaat.
1 komentar:
benar benar memotivasi saya !!! Alhamdulillah yaa Allah...
Posting Komentar