Saat hujan membasahi bumi, disaat itu pula dingin menyelimuti. Ketika hujan turun disertai badai, hampir setiap orang mengeluhkan dan menyalahkan hujan. Hanya sedikit mereka yang tetap bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, yaitu orang-orang yang sabar menunggu, karena mereka tahu Allah akan menghadiahkan pancaran cahaya menawan setelah badai datang menghadang.
Di hari ketika orang yang sangat ku cintai pergi dan takan pernah kembali, seakan duniaku berakhir. Selalu terbesit dalam pikiran sebuah pertanyaan yang menjatuhkan, bukan membangkitkan.
" Apa yang bisa kuperbuat tanpanya?"
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, dan tak terasa 11 tahun begitu cepat berlalu. Tanpa sadar aku berhasil melewati hari-hari tanpa adanya orang yang aku cintai berada di sisi. Akhirnya aku mengerti bahwa hidup tidak dapat bergantung kepada makhluk, karena bagaimanapun juga setiap makhluk akan kembali kepada Sang Khalik. Dalam hidup hanya perlu mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan keyakinan yang kuat bahwa "Semua akan selalu indah pada waktunya".
Aku sangat bangga dengan orang yang telah memberikan segenap jiwa raga serta penuh cinta ketika hidup bersama di dunia. Cita-cita pertamanya telah aku laksanakan walaupun sangat berat yang aku rasakan. Namun aku sadar bahwa hal yang ia perintahkan adalah benar dan sangat membahagiakan, itulah yang aku rasakan setelah kelulusan. Aku bangga karena hanya orang-orang pilihan saja yang dapat melaluinya.
Seiring berjalannya waktu, aku tahu bahwa sang maha pencipta akan mengabulkan segala yang ia inginkan walaupun ia telah tiada..namun jiwanya masih tetap hidup dalam raga penggantinya. Sebagai orang yang disayanginya, aku hanya ingin berusaha menjadi amal jariyah baginya, yang akan membantu menerangi jalannya. Aku hanya ingin melihat senyumnya saat kami kembali bertemu nantinya, pertanda bahwa ia telah memenuhi amanah suci yang telah diberikan Tuhannya semasa hidup di dunia.
Rasa senang dan cinta tidak akan datang tanpa adanya paksaan ataupun desakan, walaupun itu akan sedikit menyakitkan hati dan perasaan. Tetapi itu semua akan sirna apabila seseorang memikirkan masa depan, karena hidup tidak cukup hanya dengan cinta dan perasaan, pemikiran untuk maju itu yang harus diutamakan. Jadikanlah hidup sebagai ladang amal bukan hanya tempat pelampiasan keinginan. Karena sifat dunia hanyalah fana, maka jangan sampai terlena akan kenikmatan yang sementara, jangan tertipu oleh keindahan yang tabu. Sesungguhnya alam yang kekal abadi selamanya hanya ada dua, SURGA dan NERAKA.
0 komentar:
Posting Komentar