Kamis, 22 Oktober 2015



APAKAH BARANG YANG TERMAHAL DI DUNIA?

            Dalam kehidupan sehari-hari,tidak dapat dipungkiri bahwa saya pribadi sering menggunakan waktu luang untuk mengerjakan hal yang tidak begitu penting. Ketika saya melihat sekeliling saya, tidak jarang terlihat para siswa-siswi sekolah berkeliaran bebas pada saat jam pelajaran berlangsung, tanpa sadar waktu mereka untuk menuntut ilmu terbuang sia-sia, mereka hanya menikmati kesenangan “fana” tanpa memikirkan masa depan. Disini kita akan membahas makalah mengenai waktu melalui “mahfudhot”.
            Mahfudhot atau kata mutiara adalah kalimat-kalimat singkat, bermakna luas dan pembangun semangat. Pondok Modern Darussalam Gontor menanamkan keteguhan jiwa santrinya melalui mahfudhot yang telah diajarkan sejak pertama kali santri menjejakkan kaki di Gontor. Bagi santri yang membuka matanya lebar-lebar, ia akan menemukan “harta karun” tersembunyi dibalik makna mahfudhot yang singkat. Seperti salah satu mahfudhot yang berbunyi :
Waktu bagaikan pedang, apabila kamu tidak dapat memotongnya maka ia akan memotongmu”
Memotong waktu itu adalah dengan tidak membiarkannya sia-sia sedang dipotong oleh waktu adalah dibuai oleh waktu dalam kesia-siaan. Karena hidup hanya sebentar, maka bila kita tidak memanfaatkannya dengan baik maka kita akan menyesal selamanya. Dalam artian sebenarnya, waktu itu sangat mahal harganya dan tidak dapat digadaikan dengan barang termahal sekalipun, karena apabila kita kehilangan waktu yang sedikit dengan hal – hal yang tidak berguna, maka sama dengan membuang sisa waktu hidup yang tidak pasti kapan habisnya. Imam Bukhori menuturkan dalam kitabnya ar-Raqaa’iq 6053, “Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
            Membicarakan masalah waktu, sesungguhnya lima menit itu sangatlah berharga, apabila anda tidak percaya silahkan tanyakan kepada orang yang tertinggal kereta karena telat lima menit menuju stasiun. Jangan anda pikir waktu dua detik tidak berarti apapun, tanyakan kepada atlet lari maraton yang kalah karena waktu yang di tempuh selisih dua detik dengan lawannya. Masihkah anda akan membuang “harta termahal” anda dengan hal-hal yang tidak berguna? Pikirkanlah sekali lagi.
            Pada zaman sekarang, sebagian besar manusia menggunakan waktunya untuk kesenangan belaka, contohnya bermain game, jalan–jalan ke mall, ngobrol, tidur tidak pada waktunya dan masih banyak lagi persoalan–persoalan tidak berguna dan melalaikan pekerjaan lain yang jauh lebih penting. Bagi manusia yang sadar akan pentingnya waktu, mereka akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dan tidak menyia–nyiakan waktu. Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Apabila seseorang mempunyai jadwal tentang hal penting yang akan dilakukan, maka tidak ada orang di dunia ini yang “nganggur”. Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an : “Hai orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr :18).
                Mari kita renungkan bersama perkataan Syaikh as-Sa’di rahimahullah, “Salah satu bukti kebijaksanaan takdir dan hikmah ilahiyah, yaitu barangsiapa yang meninggalkan apa yang bermanfaat baginya padahal memungkinkan baginya untuk memetik manfaat itu lantas dia tidak mau memetiknya maka dia akan menerima cobaan berupa disibukkan dengan hal-hal yang mendatangkan mudharat terhadap dirinya.” Maka mulai  saat ini, marilah kita manfaatkan hidup kita untuk mencari keridhoan Allah SWT di dunia dan di akhirat. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua agar bisa memanfaatkan kesempatan dan keluasan waktu yang diberikan untuk berbekal bagi kehidupan akhirat.



0 komentar:

Posting Komentar