APAKAH BARANG YANG TERMAHAL DI DUNIA?
Dalam kehidupan sehari-hari,tidak
dapat dipungkiri bahwa saya pribadi sering menggunakan waktu luang untuk
mengerjakan hal yang tidak begitu penting. Ketika saya melihat sekeliling saya,
tidak jarang terlihat para siswa-siswi sekolah berkeliaran bebas pada saat jam
pelajaran berlangsung, tanpa sadar waktu mereka untuk menuntut ilmu terbuang
sia-sia, mereka hanya menikmati kesenangan “fana” tanpa memikirkan masa depan.
Disini kita akan membahas makalah mengenai waktu melalui “mahfudhot”.
Mahfudhot
atau kata mutiara adalah kalimat-kalimat singkat, bermakna luas dan pembangun
semangat. Pondok Modern Darussalam Gontor menanamkan keteguhan jiwa santrinya
melalui mahfudhot yang telah diajarkan sejak pertama kali santri menjejakkan
kaki di Gontor. Bagi santri yang membuka matanya lebar-lebar, ia akan menemukan
“harta karun” tersembunyi dibalik makna mahfudhot yang singkat. Seperti salah
satu mahfudhot yang berbunyi :
“Waktu bagaikan pedang, apabila
kamu tidak dapat memotongnya maka ia akan memotongmu”
Memotong
waktu itu adalah dengan tidak membiarkannya sia-sia sedang dipotong oleh waktu
adalah dibuai oleh waktu dalam kesia-siaan. Karena hidup hanya sebentar, maka
bila kita tidak memanfaatkannya dengan baik maka kita akan menyesal selamanya. Dalam artian sebenarnya, waktu itu
sangat mahal harganya dan tidak dapat digadaikan dengan barang termahal
sekalipun, karena apabila kita kehilangan waktu yang sedikit dengan hal – hal
yang tidak berguna, maka sama dengan membuang sisa waktu hidup yang tidak pasti
kapan habisnya. Imam Bukhori menuturkan dalam kitabnya ar-Raqaa’iq
6053, “Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan
gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
Membicarakan
masalah waktu, sesungguhnya lima menit itu sangatlah berharga, apabila anda
tidak percaya silahkan tanyakan kepada orang yang tertinggal kereta karena
telat lima menit menuju stasiun. Jangan anda pikir waktu dua detik tidak
berarti apapun, tanyakan kepada atlet lari maraton yang kalah karena
waktu yang di tempuh selisih dua detik dengan lawannya. Masihkah anda akan
membuang “harta termahal” anda dengan hal-hal yang tidak berguna? Pikirkanlah
sekali lagi.
Pada
zaman sekarang, sebagian besar manusia menggunakan waktunya untuk kesenangan
belaka, contohnya bermain game, jalan–jalan ke mall, ngobrol,
tidur tidak pada waktunya dan masih banyak lagi persoalan–persoalan tidak
berguna dan melalaikan pekerjaan lain yang jauh lebih penting. Bagi manusia
yang sadar akan pentingnya waktu, mereka akan memanfaatkannya dengan sebaik
mungkin dan tidak menyia–nyiakan waktu. Manajemen waktu merupakan
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu.
Apabila seseorang mempunyai
jadwal tentang hal penting yang akan dilakukan, maka tidak ada orang di dunia
ini yang “nganggur”. Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an : “Hai
orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
bertakwalah kepada Allah, seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan” (QS. Al-Hasyr :18).
Mari kita renungkan bersama
perkataan Syaikh as-Sa’di rahimahullah, “Salah satu bukti kebijaksanaan takdir
dan hikmah ilahiyah, yaitu barangsiapa yang meninggalkan apa yang bermanfaat
baginya padahal memungkinkan baginya untuk memetik manfaat itu lantas dia tidak
mau memetiknya maka dia akan menerima cobaan berupa disibukkan dengan hal-hal
yang mendatangkan mudharat terhadap dirinya.” Maka mulai saat ini, marilah kita manfaatkan hidup kita
untuk mencari keridhoan Allah SWT di dunia dan di akhirat. Semoga Allah Azza Wa
Jalla memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua agar bisa
memanfaatkan kesempatan dan keluasan waktu yang diberikan untuk berbekal bagi
kehidupan akhirat.
0 komentar:
Posting Komentar