PENGGENGGAM DUNIA YANG AKAN BINASA
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan
untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan
menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada
yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan
tanpa Kitab yang memberi penerangan.”
(Q.S Luqman: 20)
Problematika antar umat yang berbeda
keyakinan sering terjadi. Salah satu pemicu ditabuhnya genderang pertikaian
yang baru-baru ini terjadi adalah penghinaan terhadap Islam, yaitu menyebut
gambar karikatur manusia dengan Nabi Muhammad SAW. Tentu saja umat Islam tidak
tinggal diam dan hanya berpangku tangan menyaksikan gambar-gambar yang
melecehkan Nabi mereka beredar di sampul utama sebuah majalah. Pertanyaannya, mengapa orang yang
menciptakan hal itu sangat senang terhadap dampak yang akan ditimbulkan akibat
ulah mereka dan kehidupan yang tidak nyaman?
“Charlie Hebdo”
adalah majalah mingguan Perancis yang memancing kemarahan umat Islam dengan
cara menciptakan gambar karikatur bertuliskan Muhammad SAW. Tidak hanya tahun
ini saja majalah “Charlie Hebdo” berulah, beberapa tahun sebelumnya
mereka juga melakukan hal yang sama. Tak gencar atas kerusakan yang diterima
sebelumnya oleh amukan masa, mereka kembali membuat karikatur bertuliskan
Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai sampul majalah. Otomatis umat Islam
seantero dunia akan sangat marah apabila Nabi mereka tercinta dihina dan
dilecehkan, puncaknya adalah kehancuran kantor percetakan yang diamuk umat
Islam seluruh Perancis.
Perbedaan
keyakinan antar bangsa di dunia ini sangat fantastis. Dengan meningkatnya
populasi manusia, maka akan semakin banyak pula perbedaan keyakinan yang
dilibatkannya. Dalam pandangan orang Barat, Islam adalah teroris. Mendengar
kata Islam, terbesit dalam pikiran mereka seorang pria berjenggot yang mengenakan jubah dan membawa
bom. Nah, apa sebenarnya yang ada di balik kebencian bangsa Eropa terhadap
Islam begitu bertalu-talu?
Pada saat kerajaan
Islam Turki Utsmani berjaya, wilayah kekuasaanya sangat luas hampir menguasai seluruh
Benua Eropa. Mereka sangat trauma dengan kejadian itu sehingga menjadi mimpi
buruk dan momok bagi mereka hingga saat ini. Hal inilah yang menyebakan Barat
sangat dendam kepada Islam dan berniat menghancurkan peradaban Islam agar
kejadian di masa Ottoman tidak terulang kembali.
Karena mereka tahu
akan kalah jika melakukan perang dengan orang Islam, maka mereka menggunakan
teknik lain untuk melumpuhkan peradaban umat islam. Hal pertama yang mereka
incar adalah para pemuda yang dimiliki umat Islam. Antara lain dengan cara
perang pikiran, narkotika, alkohol dan suntikan peradaban Barat yang akan
mempengaruhi pemuda Islam agar menentang agamanya sendiri, karena apabila
bibit-bibit penerus telah hancur, maka akan hancur pula peradaban suatu umat.
Nabi Muhammad
adalah Nabi terakhir bagi umat Islam. Beliau adalah manusia sempurna yang
diutus Allah SWT kepada kaum Quraisy yang hidup dalam kejahiliahan. Salah satu mukjizat
Nabi Muhammad adalah Kalamullah atau Al-qur’an yang menyeru seluruh umat
manusia untuk mematuhi utusan-Nya dari kaum mereka untuk menyembah Allah.
Allah SWT
berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-baqoroh ayat 91: Dan apabila dikatakan
kepada mereka: "Berimanlah kepada Al-Quran yang diturunkan Allah,"
mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami."
Dan mereka kafir kepada Al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Quran
itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka.
Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu
orang-orang yang beriman?" dengan keangkuhan kaum Quraisy, mereka
serta merta menolak seruan Muhammad kepada Islam. Bahkan mereka melempari
beliau dengan kotoran, maupun batu sehingga membuat kepala beliau berdarah.
Namun berkat kesabaran dan keikhlasan beliau, seiring berjalannya waktu para
pembesar Quraisy yang kolot akan keyakinan yang diwarisi para pendahulu mereka,
menjadi luluh akan kelembutan sifat Nabi Muhammad SAW.
Sifat Nabi Muhammad
yang sangat unggul adalah kelemah lembutannya, dan ini telah disebutkan dalam
penggalan surat Ali-‘imron ayat 159: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah
kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi
berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”
Rasulullah memang
tidak pernah marah akan umpatan dan cacian yang ditujukan kepada beliau, namun
beliau akan sangat marah dan mengharuskan pula bagi kaumnya untuk marah apabila
terjadi satu hal, yaitu “Penghinaan terhadap Agama Allah” dan yang
bersangkutan.
Terkait dengan
pertikaian antar umat dan bangsa, banyak orang Islam yang bertajuk pada
tingkatan minoritas suatu negara menjadi korban kebringasan penentang Islam.
Salah satunya adalah seorang muslim asal Perancis yang dibunuh oleh tetangga
non muslim yang geram terhadap Umat Islam yang telah menghancurkan kantor
majalah Charlie Hebdo. Sehingga sang tetangga membunuhnya untuk
balas dendam atas nama Charlie Hebdo kepada umat Islam. Dan masih banyak
kasus serupa menghantui ketentraman hidup umat Islam, terutama bagi mereka yang
tinggal di negara dengan jumlah penganut Agama Islam minoritas.
Alhasil,
pertikaian antar bangsa dan umat pun tidak dapat dihindari. Sebenarnya yang
patut disalahkan adalah yang pertama kali memancing kemarahan dan bukan salah
orang yang marah karena Agama mereka dilecehkan. Sudah disinggung dalam
pembahasan bahwa Rasulullah mengajarkan umatnya untuk marah jika terjadi satu
hal, yaitu apabila Agama mereka diinjak-injak seakan tak bermakna. Memang untuk
saat ini mereka dapat menggenggam dunia dan menertawakan umat yang telah diadu
domba, namun di akhirat nanti, mereka yang akan ditertawakan oleh oleh umat
Islam karena mereka adalah penghuni kekal neraka. Allahu akbar!
0 komentar:
Posting Komentar