Jumat, 23 Oktober 2015

PENGGENGGAM DUNIA YANG AKAN BINASA
“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.”
(Q.S Luqman: 20)

Problematika antar umat yang berbeda keyakinan sering terjadi. Salah satu pemicu ditabuhnya genderang pertikaian yang baru-baru ini terjadi adalah penghinaan terhadap Islam, yaitu menyebut gambar karikatur manusia dengan Nabi Muhammad SAW. Tentu saja umat Islam tidak tinggal diam dan hanya berpangku tangan menyaksikan gambar-gambar yang melecehkan Nabi mereka beredar di sampul utama sebuah  majalah. Pertanyaannya, mengapa orang yang menciptakan hal itu sangat senang terhadap dampak yang akan ditimbulkan akibat ulah mereka dan kehidupan yang tidak nyaman?
            “Charlie Hebdo” adalah majalah mingguan Perancis yang memancing kemarahan umat Islam dengan cara menciptakan gambar karikatur bertuliskan Muhammad SAW. Tidak hanya tahun ini saja majalah “Charlie Hebdo” berulah, beberapa tahun sebelumnya mereka juga melakukan hal yang sama. Tak gencar atas kerusakan yang diterima sebelumnya oleh amukan masa, mereka kembali membuat karikatur bertuliskan Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai sampul majalah. Otomatis umat Islam seantero dunia akan sangat marah apabila Nabi mereka tercinta dihina dan dilecehkan, puncaknya adalah kehancuran kantor percetakan yang diamuk umat Islam seluruh Perancis.
            Perbedaan keyakinan antar bangsa di dunia ini sangat fantastis. Dengan meningkatnya populasi manusia, maka akan semakin banyak pula perbedaan keyakinan yang dilibatkannya. Dalam pandangan orang Barat, Islam adalah teroris. Mendengar kata Islam, terbesit dalam pikiran mereka seorang pria   berjenggot yang mengenakan jubah dan membawa bom. Nah, apa sebenarnya yang ada di balik kebencian bangsa Eropa terhadap Islam begitu bertalu-talu?
            Pada saat kerajaan Islam Turki Utsmani berjaya, wilayah kekuasaanya sangat luas hampir menguasai seluruh Benua Eropa. Mereka sangat trauma dengan kejadian itu sehingga menjadi mimpi buruk dan momok bagi mereka hingga saat ini. Hal inilah yang menyebakan Barat sangat dendam kepada Islam dan berniat menghancurkan peradaban Islam agar kejadian di masa Ottoman tidak terulang kembali.
            Karena mereka tahu akan kalah jika melakukan perang dengan orang Islam, maka mereka menggunakan teknik lain untuk melumpuhkan peradaban umat islam. Hal pertama yang mereka incar adalah para pemuda yang dimiliki umat Islam. Antara lain dengan cara perang pikiran, narkotika, alkohol dan suntikan peradaban Barat yang akan mempengaruhi pemuda Islam agar menentang agamanya sendiri, karena apabila bibit-bibit penerus telah hancur, maka akan hancur pula peradaban suatu umat.  
            Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir bagi umat Islam. Beliau adalah manusia sempurna yang diutus Allah SWT kepada kaum Quraisy yang hidup  dalam kejahiliahan. Salah satu mukjizat Nabi Muhammad adalah Kalamullah atau Al-qur’an yang menyeru seluruh umat manusia untuk mematuhi utusan-Nya dari kaum mereka untuk menyembah Allah.
            Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-baqoroh ayat 91: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al-Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami." Dan mereka kafir kepada Al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" dengan keangkuhan kaum Quraisy, mereka serta merta menolak seruan Muhammad kepada Islam. Bahkan mereka melempari beliau dengan kotoran, maupun batu sehingga membuat kepala beliau berdarah. Namun berkat kesabaran dan keikhlasan beliau, seiring berjalannya waktu para pembesar Quraisy yang kolot akan keyakinan yang diwarisi para pendahulu mereka, menjadi luluh akan kelembutan sifat Nabi Muhammad SAW.
            Sifat Nabi Muhammad yang sangat unggul adalah kelemah lembutannya, dan ini telah disebutkan dalam penggalan surat Ali-‘imron ayat 159: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”  
            Rasulullah memang tidak pernah marah akan umpatan dan cacian yang ditujukan kepada beliau, namun beliau akan sangat marah dan mengharuskan pula bagi kaumnya untuk marah apabila terjadi satu hal, yaitu “Penghinaan terhadap Agama Allah” dan yang bersangkutan.
            Terkait dengan pertikaian antar umat dan bangsa, banyak orang Islam yang bertajuk pada tingkatan minoritas suatu negara menjadi korban kebringasan penentang Islam. Salah satunya adalah seorang muslim asal Perancis yang dibunuh oleh tetangga non muslim yang geram terhadap Umat Islam yang telah menghancurkan kantor majalah Charlie Hebdo. Sehingga sang tetangga membunuhnya untuk balas dendam atas nama Charlie Hebdo kepada umat Islam. Dan masih banyak kasus serupa menghantui ketentraman hidup umat Islam, terutama bagi mereka yang tinggal di negara dengan jumlah penganut Agama Islam minoritas.
            Alhasil, pertikaian antar bangsa dan umat pun tidak dapat dihindari. Sebenarnya yang patut disalahkan adalah yang pertama kali memancing kemarahan dan bukan salah orang yang marah karena Agama mereka dilecehkan. Sudah disinggung dalam pembahasan bahwa Rasulullah mengajarkan umatnya untuk marah jika terjadi satu hal, yaitu apabila Agama mereka diinjak-injak seakan tak bermakna. Memang untuk saat ini mereka dapat menggenggam dunia dan menertawakan umat yang telah diadu domba, namun di akhirat nanti, mereka yang akan ditertawakan oleh oleh umat Islam karena mereka adalah penghuni kekal neraka. Allahu akbar!
             


0 komentar:

Posting Komentar