Kamis, 22 Oktober 2015

PABRIK TIANG NEGARA SESUNGGUHNYA

            Islam adalah Agama yang sangat memuliakan kaum hawa. Banyak keajaiban yang kadang tidak masuk akal telah Allah tunjukkan kepada umat manusia sebagai tanda atas kebesaran-Nya. Salah satunya adalah penciptaan manusia pertama di dunia, yaitu Nabi Adam a.s.
Adam a.s. diciptakan Allah dari tanah dan Hawa dari tulang rusuk Adam. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi : “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS. An Nisaa’:1)
Ayat ini menyebutkan bahwa Adam a.s. diciptakan dari seorang diri yang artinya tanpa orang tua, karena Allah menciptakannya dari tanah. Sedangkan isterinya, Hawa, diciptakan Allah dari padanya, hal ini menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Kemudian dari keduanyalah Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Ditilik dari kisah penciptaan Adam dan Hawa, telah jelas bahwa setiap makhluk di dunia ini diciptakan secara berpasang-pasangan. Dalam ilmu Anatomi tubuh manusia dijelaskan bahwasannya fungsi tulang rusuk adalah untuk melindungi organ-organ terpenting manusia, diantaranya jantung dan paru-paru. Apabila satu tulang rusuk seseorang rusak, maka fungsinya sebagai pelindung akan berkurang walaupun jumlahnya lebih dari satu.
Istilah tulang rusuk adalah gambaran dari sebuah keluarga, dimana tulang rusuk disini adalah seorang Ibu yang harus senantiasa menjaga dan melindungi buah hati serta kehormatan suami.
 Suatu hari, ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah orang pertama yang harus aku patuhi?” Rasulullah menjawab “Ibumu”, kemudian sahabat itu bertanya lagi, “lalu siapa lagi?” Rasulullah menjawab “Ibumu”, sahabat tetap bertanya, “lalu siapa lagi?”, Rasul tetap menjawab “Ibumu”, sahabat bertanya kembali, “lalu siapa lagi?”, baru kemudian Beliau menjawab “Ayahmu”. (H.R Bukhori dan Muslim)
Begitulah Islam menyebutkan keutamaan perempuan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini bukan berarti Islam tidak memuliakan laki-laki, namun karena pengorbanan nyawa perempuan ketika melahirkan serta pertanggung jawabannya untuk mendidik anak-anak lah yang membedakan tingkatan kemuliaan laki-laki dan perempuan dalam Islam.
Suatu negara akan maju dan berkembang apabila wanita di dalamnya bernorma, bermoral dan berakal. Hal ini dikarenakan wanita adalah sekolah pertama bagi anak-anak calon penerus para pemimpin negara untuk kedepannya. Namun sebaliknya, apabila wanita tidak bernorma, bermoral dan berakal, sudah pasti produk yang dihasilkan adalah generasi perusak yang akan menghancurkan, bukan memajukan suatu negara. 
Saat ini, ungkapan MBA (Married By Accident) sudah marak dikalangan generasi muda khususnya Indonesia. Ungkapan ini seolah bukan lagi hal memalukan yang tidak boleh dilakukan, malah seakan menjadi trend masa kini yang wajib ‘dicicipi’ bagi generasi muda saat ini.
Indonesia adalah negara dengan pemeluk Islam terbanyak di dunia, oleh karena itu para ulama’nya tidak rela apabila seluruh generasi penerus agama dan negaranya dirusak oleh peradaban Barat yang telah dimanipulasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka didirikanlah sistem sekolah berbasis pesantren. Salah satu pesantren yang ada di Indonesia adalah Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu Pondok Pesantren yang memadukan sistem pembelajaran 100% belajar Agama Islam dan 100% belajar Ilmu Pengetahuan Umum.
            “Mengapa pendiri Pondok Gontor tidak mendirikan pesantren putra dan putri secara bersamaan?” Pertanyaan semacam ini sering muncul ketika seseorang mengetahui umur Gontor Putra dan gontor Putri yang terpaut jauh. Sejak perintisannya, para pendiri sudah diusulkan untuk mendirikan Gontor Putri sekaligus, namun beliau menolak dan berkata dengan tegas bahwa Gontor Putri akan didirikan apabila jaraknya dari Gontor Putra adalah 100 km.
            Didikan yang diberikan Gontor maupun pesantren-pesantren lainnya kepada putra putrinya selama 24 jam penuh, diharapkan dapat mencetak generasi-generasi unggul yang bernorma, bermoral dan berakal sehingga dapat menjaga keutuhan serta memajukan negara Indonesia.
Wanita adalah tiang negara yang akan menyangga kekokohan suatu negara. Sudah dipastikan apabila tiangnya rapuh, maka umur suatu negara tidak akan bertahan lama. Begitu pula sebaliknya, apabila tiang suatu negara kuat, sudah pasti kekokohan suatu negara akan terjaga. Oleh karena itu, Indonesia perlu mendirikan pabrik-pabrik unggulan agar dapat menghasilkan tiang negara yang kuat dan tidak mudah rapuh.













0 komentar:

Posting Komentar