PABRIK TIANG NEGARA SESUNGGUHNYA
Islam adalah Agama
yang sangat memuliakan kaum hawa. Banyak keajaiban yang kadang tidak masuk akal
telah Allah tunjukkan kepada umat manusia sebagai tanda atas kebesaran-Nya.
Salah satunya adalah penciptaan manusia pertama di dunia, yaitu Nabi Adam a.s.
Adam a.s. diciptakan Allah dari
tanah dan Hawa dari tulang rusuk Adam. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu
dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.”
(QS. An Nisaa’:1)
Ayat ini menyebutkan bahwa Adam a.s.
diciptakan dari seorang diri yang artinya tanpa orang tua, karena Allah
menciptakannya dari tanah. Sedangkan isterinya, Hawa, diciptakan Allah dari padanya,
hal ini menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam
a.s. berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Kemudian dari keduanyalah
Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Ditilik dari kisah penciptaan Adam
dan Hawa, telah jelas bahwa setiap makhluk di dunia ini diciptakan secara
berpasang-pasangan. Dalam ilmu Anatomi tubuh manusia dijelaskan bahwasannya
fungsi tulang rusuk adalah untuk melindungi organ-organ terpenting manusia, diantaranya
jantung dan paru-paru. Apabila satu tulang rusuk seseorang rusak, maka
fungsinya sebagai pelindung akan berkurang walaupun jumlahnya lebih dari satu.
Istilah tulang rusuk adalah gambaran
dari sebuah keluarga, dimana tulang rusuk disini adalah seorang Ibu yang harus
senantiasa menjaga dan melindungi buah hati serta kehormatan suami.
Suatu hari, ada sahabat yang bertanya kepada
Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah orang pertama yang harus aku
patuhi?” Rasulullah menjawab “Ibumu”, kemudian sahabat itu bertanya
lagi, “lalu siapa lagi?” Rasulullah menjawab “Ibumu”, sahabat
tetap bertanya, “lalu siapa lagi?”, Rasul tetap menjawab “Ibumu”,
sahabat bertanya kembali, “lalu siapa lagi?”, baru kemudian Beliau menjawab
“Ayahmu”. (H.R Bukhori dan Muslim)
Begitulah Islam menyebutkan keutamaan
perempuan yang lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini bukan berarti Islam
tidak memuliakan laki-laki, namun karena pengorbanan nyawa perempuan ketika
melahirkan serta pertanggung jawabannya untuk mendidik anak-anak lah yang
membedakan tingkatan kemuliaan laki-laki dan perempuan dalam Islam.
Suatu negara akan maju dan
berkembang apabila wanita di dalamnya bernorma, bermoral dan berakal. Hal ini
dikarenakan wanita adalah sekolah pertama bagi anak-anak calon penerus para
pemimpin negara untuk kedepannya. Namun sebaliknya, apabila wanita tidak
bernorma, bermoral dan berakal, sudah pasti produk yang dihasilkan adalah
generasi perusak yang akan menghancurkan, bukan memajukan suatu negara.
Saat ini, ungkapan MBA (Married
By Accident) sudah marak dikalangan generasi muda khususnya Indonesia.
Ungkapan ini seolah bukan lagi hal memalukan yang tidak boleh dilakukan, malah
seakan menjadi trend masa kini yang wajib ‘dicicipi’ bagi generasi muda
saat ini.
Indonesia adalah negara dengan
pemeluk Islam terbanyak di dunia, oleh karena itu para ulama’nya tidak
rela apabila seluruh generasi penerus agama dan negaranya dirusak oleh
peradaban Barat yang telah dimanipulasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka
didirikanlah sistem sekolah berbasis pesantren. Salah satu pesantren yang ada
di Indonesia adalah Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu Pondok Pesantren yang
memadukan sistem pembelajaran 100% belajar Agama Islam dan 100% belajar Ilmu
Pengetahuan Umum.
“Mengapa pendiri
Pondok Gontor tidak mendirikan pesantren putra dan putri secara bersamaan?”
Pertanyaan semacam ini sering muncul ketika seseorang mengetahui umur Gontor
Putra dan gontor Putri yang terpaut jauh. Sejak perintisannya, para pendiri
sudah diusulkan untuk mendirikan Gontor Putri sekaligus, namun beliau menolak
dan berkata dengan tegas bahwa Gontor Putri akan didirikan apabila jaraknya
dari Gontor Putra adalah 100 km.
Didikan yang
diberikan Gontor maupun pesantren-pesantren lainnya kepada putra putrinya
selama 24 jam penuh, diharapkan dapat mencetak generasi-generasi unggul yang
bernorma, bermoral dan berakal sehingga dapat menjaga keutuhan serta memajukan
negara Indonesia.
Wanita adalah tiang negara yang akan
menyangga kekokohan suatu negara. Sudah dipastikan apabila tiangnya rapuh, maka
umur suatu negara tidak akan bertahan lama. Begitu pula sebaliknya, apabila
tiang suatu negara kuat, sudah pasti kekokohan suatu negara akan terjaga. Oleh
karena itu, Indonesia perlu mendirikan pabrik-pabrik unggulan agar dapat
menghasilkan tiang negara yang kuat dan tidak mudah rapuh.
0 komentar:
Posting Komentar