Selasa, 27 Oktober 2015

BARANG TERMAHAL DI DUNIA

       Dalam kehidupan sehari-hari, tidak dapat dipungkiri bahwa sering kali waktu kita terbuang sia-sia untuk melakukan suatu hal yang tidak ada manfaatnya. Dewasa ini, tidak jarang kita menemukan siswa-siswi sekolahan berkeliaran bebas pada saat berlangsungnya jam pelajaran, bahkan ada yang ‘nongkrong’ di terminal, pamit kepada orang tua pergi ke sekolahan agar mendapat uang jajan. Sesungguhnya yang demikian itu amatlah rugi, karena tanpa mereka sadari waktu untuk menuntut ilmu terbuang sia-sia tanpa makna yang tersisa, mereka hanya menikmati kesenangan fana tanpa memikirkan masa depan.

Waktu bagaikan pedang, apabila kamu tidak dapat memotongnya maka ia akan memotongmu."           
Memotong waktu disini adalah dengan tidak membiarkannya sia-sia, sedang dipotong oleh waktu adalah dibuai oleh waktu dalam kesia-siaan. Karena hidup hanya sebentar, siapa saja yang membiarkan waktunya terbuang sia-sia hanya akan menanggung sesal tiada terkira pada akhinya. Dalam artian sebenarnya, waktu itu sangat mahal harganya sehingga emas permata sekalipun tidak dapat digunakan untuk membayarnya. Mengapa? Karena waktu yang telah berlalu tidak dapat diputar ulang untuk sekedar memperbaiki kesalahan. 
Imam Bukhori menuturkan dalam kitabnya Ar-Raqaa’iq 6053, “Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
     Membicarakan masalah waktu, sesungguhnya lima menit itu sangatlah berharga, tidak percaya? silahkan tanya kepada orang yang tertinggal kereta karena telat lima menit saja menuju stasiun. Jangan dipikir dua detik itu tidak berguna, silahkan bertanya kepada atlet lari maraton yang kalah karena selisih dua detik dari lawannya. Masihkah kita akan membuang “barang termahal” dengan sesuatu yang tidak berguna? Mari kita pikirkanlah sekali lagi. (Ushikum Wa Iyyaaya Nafsi)
   Zaman sekarang, sebagian besar manusia menggunakan waktunya hanya untuk menikmati kesenangan yang sementara, salah satunya adalah bermain game, jalan - jalan ke mall, ngobrol, tidur tidak pada waktunya, dan berbagai persoalan tidak berguna lainnya sehingga melalaikan pekerjaan lain yang jauh lebih penting. Bagi manusia yang sadar akan pentingnya waktu, mereka akan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar ia tak terbuang sia-sia dan berlalu begitu saja. Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Apabila seseorang mempunyai jadwal tentang hal penting yang akan dilakukan, maka tidak ada orang 'nganggur' di dunia ini. 
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr :18).

      Mari sejenak kita renungkan bersama kawan, perkataan Syaikh as-Sa’di rahimahullah, “Salah satu bukti kebijaksanaan takdir dan hikmah ilahiyah yaitu, barangsiapa yang meninggalkan apa yang bermanfaat baginya padahal memungkinkan baginya untuk memetik manfaat itu lantas dia tidak mau memetiknya maka dia akan menerima cobaan berupa disibukkan dengan hal-hal yang mendatangkan mudharat terhadap dirinya.” 
Maka dari itu, marilah kita forsir seluruh tenaga dengan memanfaatkan waktu yang tersisa di dunia untuk mencari keridhoan Allah semata agar menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Fastabiqul Khairaat.

1 komentar:

tibbi asallamard mengatakan...

benar benar memotivasi saya !!! Alhamdulillah yaa Allah...

Posting Komentar